Tentang Sunyi
Aku menikmati mu malam,
Lemah dan gemulai,
Aku mulai terbiasa,
Mencekam lalu sunyi hadir,
Pagi pun bersiap tuk kembali,
Namum mata adalah matahari yang menyinari siang,
Namum mata adalah matahari yang menyinari siang,
Desiran angin pun tak mampu mengusik,
Kan ku tunggu hingga fajar menjulang.
Kan ku tunggu hingga fajar menjulang.
Bicara tentang cinta,
Bosan tak berujung,
Bosan tak berujung,
Berlari dan merasakan semua yang terjadi.
Kilasan cahaya merantai,
Membuat terluka tubuh ini,
Tergulai lemah tak berdaya.
Membuat terluka tubuh ini,
Tergulai lemah tak berdaya.
Terlalu
naïf,
Tapi inilah kenyataannya.
Tapi inilah kenyataannya.
0 komentar:
Posting Komentar